Perjalanan ke Pahawang adalah perjalanan yang pertama di tahun 2016 dan pertama kali ke Lampung. Setelah gagal ikut dengan kloter sebelumnya, akhirnya bisa ikut juga ke Pahawang pada tanggal. 20-21 Februari 2016. Perjalananku dimulai dari naik ke pelabuhan Merak. Ini adalah pertama kali juga buat aku, ke pelabuhan Merak dan naik kapal Feri.
| kapal Feri |
Naik kapal Feri tengah malam, hujan-hujan tetap semangat. Supaya bisa istirahat tidur walau hanya beberapa jam, aku bayar tempat untuk tidur di kapal. Sampai pelabuhan Bakahuni dini hari, istirahat sambil menunggu angkot. Untuk angkot bukan yang pertama kali dinaiki tapi angkot edisi lama yang masih beredar di Lampung. Perjalanan naik angkot sekitar 3 jam ke Ketapang.
Selanjutnya dari Ketapang, naik kapal penyebrangan yang lebih kecil dan rombongan di bagi jadi dua kelompok.
Sampai di rumah tinggal, taruh tas, ganti baju dan tanpa berlama-lama langsung menikmati keindahan Pahawang.
Perjalanan yang melelahkan sehabis pulang kantor, tidur yang kurang telah terbayarkan dengan melihat keindahan pemandangan bawah air dan pantainya. Disini di ingatkan kembali betapa Indonesia kaya, memiliki alam yang indah dan kita patut mensyukurinya. Yang disesali buat aku karena tidak pandai menyelam, tidak punya kamera under water, sehingga tidak berani untuk menjelajah ke dalam laut dan jauh-jauh dari kapal, tidak bisa menyentuh tulisan Pahawang dan tidak bisa foto-foto dengan ikan-ikan dan biota laut lainnya.
| Pemukiman rumah tinggal di pulau Pahawang |
Perjalanan yang melelahkan sehabis pulang kantor, tidur yang kurang telah terbayarkan dengan melihat keindahan pemandangan bawah air dan pantainya. Disini di ingatkan kembali betapa Indonesia kaya, memiliki alam yang indah dan kita patut mensyukurinya. Yang disesali buat aku karena tidak pandai menyelam, tidak punya kamera under water, sehingga tidak berani untuk menjelajah ke dalam laut dan jauh-jauh dari kapal, tidak bisa menyentuh tulisan Pahawang dan tidak bisa foto-foto dengan ikan-ikan dan biota laut lainnya.
Setelah puas snorkeling dilanjutkan dengan menikmati pantai.
Sayang tidak bisa menikmati sun set di pantai. Tapi untuk menghibur diri tetap bisa narsis di dermaga.
Setelah puas foto-foto, makan malam dan ngobrol bersama teman trip, sebagian langsung beristirahat dan sebagian tetap memilih ngobrol dan main kartu. Kami tinggal di salah satu rumah penduduk di pemukiman di pulau Pahawang. Dengan penerangan dan stock kontak terbatas di rumah itu. Tapi tidak masalah ini adalah liburan saatnya tidur cepat supaya bisa segar esok harinya dan mengurangi main hand phone. Bangun pagi sudah segar dan siap menjelajah pulau dan foto narsis.
![]() |
| Wefie with Travel mate |
![]() |
| Narsis bareng anak pulau |
Hari kedua dengan agenda yang sama snorkeling tapi di tempat yang berbeda.
Dilanjutkan menikmati pemandangan dan foto-foto di pulau Kelagian Lunik.
Dua hari adalah waktu yang pendek untuk menikmati keindahan pulau Pahawang dan pulau-pulau di sekitar nya tapi perjalanan ini tetap berkesan dengan teman-teman yang menyenangkan selama perjalanan. Menyegarkan pikiran, menambah pengalaman, menambah pertemanan menjadi hiburan yang menyenangkan dari rutinitas sehari-hari dan menambah energi positif untuk kembali beraktivitas di ibu kota. Aku akan merindukan Pahawang dan berharap suatu saat bisa kembali ke Pahawang.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar