Kamis, 17 November 2016

Brown Canyon Semarang Tempat Hunting Photo Yang Menarik


Brown Canyon

Di bulan Oktober 2016, saya  mengikuti acara gathering kantor dan mengunjungi Brown Canyon di Semarang. Brown Canyon merupakan tempat  proyek galian yang sudah berumur 10 tahun lebih. Dan disinilah tempat mengais rejeki bagi sebagian orang dengan melakukan penggalian pasir, penggalian tanah urug dan batu padas.

Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata melainkan perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun akhirnya berubah wujud seperti layaknya Grand Canyon yang ada di Amerika, sebuah ngarai tebing-terjal. Perbedaan nya, di Brown Canyon tak ada sungai yang mengalir di bawah tebing dan hanya ada truk-truk dan alat-alat berat yang siap mengeruk batu-batu padas untuk diangkut.


Dikarenakan Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata tentu saja para wisatawan harus mencari petunjuk arah sendiri, karena warga sekitar hanya tahu bahwa tempat tersebut hanyalah sebagai tempat penambangan material berupa pasir, tanah urug dan batu padas dengan jalannya tidak terlalu bagus, berdebu, masih bergelombang dan banyak genangan air jika hujan.


banyak genangan air jika hujan di Brown Canyon

Dengan segala keterbatasan nya mungkin bagi sebagian orang Brown Canyon kurang menarik hanya perbukitan biasa dan melihat aktivitas penggalian. Tapi tidak untuk sebagian orang terlebih para pencinta fotografi. Keindahan panorama alam yang eksotik membuat Brown Canyon Semarang ini menjadi salah satu tempat yang menarik dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi dipadu dengan adanya pohon-pohon di puncak nya membuat tempat ini layak untuk dikunjungi. Buat saya pribadi setelah perjalanan yang cukup panjang dari Jakarta melihat pemandangan di Brown Canyon cukup unik, menyegarkan mata dan pikiran dari rutinitas sehari-hari.
Anak-anak bermain diatas tebing

Lokasi Brown Canyon

Brown Canyon terletak di daerah Rowosari, Meteseh, Tembalang, Semarang, lumayan jauh dari pusat keramaian kota Semarang.  Lokasinya sebelah selatan dari stasiun TVRI Jawa Tengah di Pucang Gading, Mranggen.


Rute menuju Brown Canyon Semarang

Brown Canyon Semarang bisa dijangkau dari berbagai arah. Pengunjung bisa melewati pasar Meteseh via Tembalang, Kedungmundu atau RSUD Klipang.
Rute Brown Canyon dari Semarang timur bisa melewati jalan Fatmawati menuju RSUD Kota Semarang (Ketileng), kemudian mengambil arah kiri (arah perum Klipang) dan menuju lokasi Klipang Golf. Setelah sampai Klipang Golf, lanjutkan dengan melewati jembatan besi. Setelah jembatan besi ketiga (jembatan dengan sungai yang besar) akan ada pertigaan ke arah selatan (belok kanan). Lurus saja kurang lebih 2 KM Anda akan melihat keindahan Brown Canyon Semarang.
Rute Brown Canyon dari arah Batang, Kendal dan Simpang Lima Semarang atau dari arah barat bisa melewati pertigaan “pasar kambing”, melewati Mrican, Kedung Mundu, Sambiroto, pertigaan Intan Permai belok kiri (Jl. Elang), kemudian sampai perempatan Pasar Meteseh belok kiri.
Rute Brown Canyon dari arah Solo, Yogya dan Semarang atas bisa melewati Banyumanik, Tembalang, UNDIP dan kemudian menuruni Sigar Bencah sampai perempatan Pasar Meteseh langsung ambil jalan lurus.


Yang perlu dipersiapkan saat menuju Brown Canyon Semarang

Brown Canyon merupakan tempat panambangan bahan material yang masih aktif maka datanglah pada waktu diluar jam kerja, jika terpaksa harus datang disaat jam kerja maka jangan lupa persiapkan masker atau buff sebagai penutup mulut dan kacamata untuk pelindung mata. 

Tiket masuk

Saat kami datang ke Brown Canyon tarif masuk per orang Rp 5.000 dan parkir mobil Rp 10.000 per mobil. Di lokasi ini belum terdapat tempat parkir tidak ada penjual makanan serta fasilitas lainnya.
Dengan keindahan pemandangan alam dan tebing - tebing yang menjulang tinggi membuat Brown Canyon Semarang layak untuk dijadikan tempat tujuan wisata yang patut dikunjung di Indonesia.


Photo by Mr. Robert
Photo bareng di Brown Canyon, Photo by Mr. Robert

Selasa, 15 November 2016

Wisata Tirta Di Danau Rawa Pening Semarang

Danau Rawa Pening

Pada bulan September 2016, kantor saya mengadakan gathering ke Semarang dan mengunjungi beberapa tempat wisata di Semarang. Salah satunya Danau Rawa Pening. Rawa Pening (
pening adalah salah satu varian bahasa Jawa untuk "bening") adalah danau alam di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan luas 2.670 hektare menempati wilayah Kecamatan AmbarawaBawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran. Danau ini dangkal dan menjadi hulu bagi Sungai Tuntang.

Daya tarik yang ada di Rawa Pening adalah Wisata Tirta dengan perahu tradisional, penghasil enceng gondok sebagai bahan kerajinan, area pemancingan alam, Sumber mata pencaharian nelayan, restoran mengapung, pendopo, pusat kerajinan, beberapa permainan untuk anak-anak dan keluarga, Obyek fotografi yang sangat mempesona dan salah satu tempat yang indah untuk foto-foto Pre Wedding sehingga tempat ini menjadi salah satu obyek wisata populer di Ambarawa sejak dibukanya pada bulan Agustus tahun 2012.

Mancing di rawa pening

Danau ini mengalami pendangkalan yang pesat. Di tengahnya banyak sekali tumbuh enceng gondok yang hampir menutupi seluruh permukaannya, sebagian menjadi tempat mencari ikan.
Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Usaha mengatasi species invasif ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi. 


Jika ingin melihat indahnya danau rawa pening, bisa berkunjung ke Kampoeng Wisata RawaUntuk bisa ke tengah rawa pening ini bisa menyewa perahu motor dengan tarif 30 ribu rupiah untuk 30 menit max 6 orang



Eceng gondok yang menutupi hampir permukaan rawa

Perahu motor, photo by Mr. Robert M
Panorama di sekitar Kampoeng Wisata Rawa ini cukup indah dan menyegarkan. Dengan udara yang segar, disini kita bisa melihat sawah hijau yang terbentang dan pegunungan di sekelilingnya.
Photo bersama di tengah sawah - Photo by Mr. Robert M

Dimana Lokasi Kampoeng Wisata Rawa Pening?
Kampoeng Wisata Rawa terletak di Jalan Lingkar Selatan Kilometer 03 Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sebuah jalan yang digunakan sebagai jalur perjalanan antara Yogyakarta dan Semarang.
Sekitar 34 km dari pusat kota Semarang atau dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam perjalanan dari kota Semarang. Akses ke tempat ini sangatlah mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan dan bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Harga Tiket Masuk & Jam Buka Wisata Kampoeng Rawa
Jam buka wisata kampoeng rawa mulai pukul 8 pagi hingga 9 malam dengan membayar biaya sekitar Rp 2.500 per orang.
Ada juga beberapa wahana permainan yang tersedia disini, seperti: bebek air, becak mini, ATV, perahu karet, serta wisata perahu untuk berkeliling Danau Rawa Pening.
Setiap wahana permainan tersebut akan dikenakan biaya yang bervariasi. Untuk becak air biaya sekitar Rp 15.000 untuk 15 menit sedangkan untuk ATV biaya sekitar Rp 30.000 untuk 15 menit.
Berkunjung ke Danau Rawa Pening menikmati wisata tirta, pemandangan alam Indonesia dengan udara yang segar layak untuk di pertimbangkan untuk mengisi liburan bersama keluarga atau teman di Semarang.

Senin, 31 Oktober 2016

Share Love With Opa Dan Oma di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2

Setiap orang pasti menginginkan di usia lanjut tidak perlu kerja keras tapi bisa bersantai menikmati masa tua dalam keadaan sehat bersama keluarga. Tapi tidak semua orang bisa menikmati itu ada yang akhirnya berada di panti jompo karena hidup sebatang kara, tidak punya keluarga yang merawat dan keadaan fisik tidak mendukung untuk menghidupi diri sendiri.

Dengan pertimbangan diatas kami dari BPJ mengadakan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia2 di daerah Cengkareng. Kami ingin berbagi kasih dan kebahagiaan bersama opa dan oma. Ini adalah kunjungan kedua ke panti jompo setelah tahun sebelumnya mengunjungi salah satu panti jompo di daerah Sukabumi.

Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2

Panti Sosial ini berdiri sejak tahun 1985, namun sering berganti nama dari tahun 1996 sampai dengan tahun 2009. Pada tahun 2010 sesuai SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta berubah menjadi Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2.

Fungsi dan tugas dari panti ini berdiri untuk menyediakan tempat perlindungan sosial juga sebagai tempat pelayanan kesejahteraan sosial bagi Lanjut Usia Terlantar agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar baik sebagai individu maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan yang dilakukan di panti ini juga berbagai macam. Dari kegiatan pembinaan fisik dan mental, keagamaan, perawatan, sosial dan psikologis serta ada kegiatan keterampilan dan kesenian.

Membuat keset

Membatik

Berbagai hasil karya penghuni panti

Fasilitas yang tersedia pada panti sosial ini cukup lengkap dengan adanya ruang aula yang dijadikan ruang serba guna untuk mereka mengadakan kegiatan. Di dalam ruang aula tersebut juga terdapat fasilitas atau alat kesenian yang cukup lengkap seperti alat musik gamelan, keyboard, dan angklung. Serta terdapat banyak kursi untuk para penghuni yang ingin menyaksikan kegiatan yang mereka adakan di dalam aula.

ruang aula

Panti Sosial Tresna Werdha juga memiliki beberapa ruangan lain seperti dapur, ruang makan, ruang laundry, wisma untuk kediaman penghuni yang terdiri dari 4 wisma, ruang kantor dan dinas, ruang medis dan konseling sampai dengan masjid untuk beribadah.
Jumlah Penghuni dan Pengurus :
Penghuni : 315 orang
Pengurus : 66 orang (terdiri dari pekerja tetap dan pekerja sosial)
Mereka juga memiliki dokter, psikolog, psikiater, perawat serta pembina / instruktur.


Ruang laundry

ruang makan

Ada 4 wisma ; 2 wisma penghuninya masih mandiri (bisa beraktivitas), 2 wisma penghuninya yang sudah tidak bisa kemana-mana, hanya di dalam wisma.

salah satu wisma, wisma jeruk


Kunjungan ke panti Tresna Werna Budi Mulia diadakan pada tanggal 22 Oktober 2016. Kami datang pagi hari dan memulai acara dengan kerja bakti di lingkungan panti.


suasana kerja bakti

Kami mengunjungi opa oma di wisma, mengobrol, mendengar cerita mereka dan mengajak ikut senam di lapangan.



mengobrol dengan penghuni panti


senam bareng dengan penghuni panti

Setelah senam acara kita ke aula untuk memulai acara tapi ada sebagian opa oma yang tidak bisa ikut karena keterbatasan fisik mereka. Opa dan oma yang hadir cukup banyak dan semangat mengikuti acara dan sebagian tidak malu untuk berpartisipasi. Berbagai acara yang telah disiapkan panitia. Acara dimulai dengan nyanyi dan joget bareng antara peserta baksos dan penghuni panti.



Nyanyi dan joget bersama opa, oma

Tim talent BPJ menghibur opa, oma dengan menampilkan drama.


pertunjukan drama 

Supaya opa, oma ikut terlibat aktif dalam acara diadakan permainan yaitu menari berpasangan dengan balon. Yang menjadi pemenang adalah pasangan yang bisa menjaga balon tidak jatuh walau mereka tetap aktif berjoget.





Kami juga menghibur opa oma dengan sulap dari tim talent dan tetap melibatkan opa dan oma untuk bermain sulap bersama.


Permainan sulap 

Dalam acara ini semua ikut berpartisipasi, membaur antara peserta baksos dan penghuni panti hal ini terlihat saat menyanyi dan joget bareng kembali dengan lagu-lagu yang hits pada masa muda mereka.


Nyanyi dan joget bareng

Pada kesempatan ini ada beberapa sambutan dari pengurus panti yang diwakili oleh pak Imam selaku staff pelayanan sosial panti dan dari BPJ ketua panitia Mahesa dan salah satu founder BPJ Edy M Yamin.

Pak Imam, staff pelayanan sosial panti

Mahesa, ketua panita Baksos

Emye, salah satu founder BPJ

Pengalaman yang berharga bisa berkunjung ke panti jompo untuk berbagi kasih, menghibur opa, oma di panti dan belajar mengenai hidup. Diingatkan untuk bersyukur atas berkat yang kita miliki kesehatan, pekerjaan, teman dan keluarga untuk bisa menggunakan waktu dengan lebih bijaksana.

Bukan BPJ namanya kalau setiap acara tidak ada photo bersama. Kami pun mengakhiri acara dengan photo bersama.

Photo bersama pengisi acara dari klub Talent BPJ
photo bareng opa, oma

photo all peserta baksos



Jumat, 21 Oktober 2016

Belajar Sejarah Dari Pemakaman Ereveld Ancol


Pintu Gerbang Ereveld Ancol

Pada tanggal 17 September 2016, saya ikut trip ke pemakaman Ereveld yang diadakan oleh klub sejarah dan museum (SEMU), sebagai salah satu klub di Backpacker Jakarta yang dalam kegiatan selalu mengadakan trip ke tempat bersejarah dan museum.

Ereveld Ancol adalah sebuah kompleks pemakaman Belanda untuk warga militer dan sipil Belanda dan  beberapa orang Indonesia yang tewas dalam Perang Dunia Kedua, terutama pada saat serangan Hindia Belanda oleh Jepang dan selama pendudukan Jepang di Indonesia, baik dalam pertempuran maupun karena dieksekusi Jepang.

Ereveld artinya ladang kehormatan dalam bahasa Belanda, ada di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Dahulu di Indonesia ada 22 Ereveld yang tersebar di beberapa kota. Pada 1945 Presiden Soekarno meminta agar semua makam Belanda dipusatkan di Pulau Jawa sehingga kini tersisa 7 buah yaitu Jakarta: Menteng Pulo, Ancol; Bandung: Pandu; Cimahi: Leuwi Gajah; Semarang: Kali Banteng, Candi dan Surabaya: Kembang Kuning

Ereveld Ancol diresmikan tanggal 14 September 1946 dan dikelola oleh *Nederlandse Oorlogsgraven Stichting* (Yayasan Belanda untuk Permakaman Perang). Di Ereveld Ancol sebelum area pemakaman terdapat lambang Nederlandse Oorlogsgraven Stichting.


Oorlogsgraven Stichting

Ereveld Ancol berlokasi di tempat wisata taman impian jaya Ancol. Kami berkumpul di halte busway Ancol sebagai tempat pertemuan menuju Ereveld, naik bis wara wiri arah utara turun di pantai indah atau gondola untuk transit. Selanjutnya naik bis wara wiri arah selatan turun di mal Ancol Beach City (ABC). Dari mal ABC jalan kaki sekitar 1 km untuk ke Ereveld.

Berkunjung ke Ereveld Ancol merupakan kunjungan berkelanjutan yang dilakukan SEMU setelah beberapa bulan sebelumnya mengunjungi Ereveld Menteng Pulo di Menteng Dalam, Tebet. Ketika kami datang, kami disambut dengan baik oleh pihak Ereveld pak Dicky Purwadi dan tim. Sebelum memulai trip pak Dicky melakukan perkenalan dan sedikit pengarahan.


Perkenalan sebelum memulai trip

Ereveld Ancol berada 50 cm di atas permukaan air laut. Sebelum renovasi kubur di musim penghujan sering kebanjiran. Pada tahun 2007 dibangun tanggul baru yang membuat Ereveld Ancol bebas banjir sedikitnya selama 30 tahun.

Tanggul

Penataan makam di Ereveld Ancol yang memiliki luas sekitar 3 hektar disusun dengan rapi dibagi beberapa kavling. Bentuk nisan yang berbeda-beda menandakan agama yang dianut orang yang dimakamkan  seperti Kristen, Islam, Budha. Nisan yang awalnya dari kayu diganti dari beton supaya lebih tahan lama. Makam di Ereveld ada 1546 yang berasal dari korban perang antara kurun waktu 1942 - 1945.

Pada nisan ada tulisan "Geexecutereed" dalam bahasa Belanda yang artinya dieksekusi yang menerangkan tempat di eksekusi. Tempat eksekusi berasal dari beberapa wilayah di Indonesia seperti Mandor, Kendari, Berastagi, Banjarmasin, Lembang, Sanggau, Ledo, Bojonegoro, Ancol dan beberapa kota lainnya. Di belakang satu deretan nisan  ada tengara nisan yang menerangkan nama-nama orang yang dimakamkan. Ada yang satu makam terdiri beberapa jenazah dan ada juga yang di nisan di tulis "onbekenden" yang artinya orang tak dikenal.


deretan makam yang tersusun rapi

Jenazah yang dimakamkan di Ereveld Ancol bukan hanya orang Eropa, namun juga orang pribumi. Salah satunya adalah Prof. Dr. Achmad Mochtar, Direktur pertama lembaga Eijkman yang difitnah dan dieksekusi pada 3 Juli 1945 dan kuburnya baru ditemukan pada 2010.


Prof. Mochtar dituduh melakukan sabotase atas meninggalnya ratusan romusha pada tahun 1945 setelah disuntik vaksin tetanus. Karena tidak melakukan Prof. Mochtar menolak dengan tegas karena tidak bersalah, namun ia memilih menyelamatkan ilmuwan lainnya yang akan dieksekusi tentara Jepang jika ia tidak bersedia meneken surat pernyataan bersalah.

Setelah deretan nisan di bagian ujung Ereveld ada pohon Mindi sebagai tempat eksekusi. Ada sekitar 200 orang yang di eksekusi di pohon Mindi, yang dulu merupakan satu-satunya pohon besar yang tumbuh di tempat itu, kini menjadi pohon yang diawetkan.

Pohon Mindi tempat eksekusi

Pada batang pohon Mindi terdapat penggalan puisi karya Laurence Benyon (Binyon) berjudul “For the Fallen”. yang berbunyi:

Puisi di batang pohon Mindi

Tidak berapa jauh dari pohon terdapat monumen. Pada dinding depan Monumen terdapat tulisan “Hun geest heeft overwonnen” atau “Semangat mereka telah menang”. Di tempat ini korban pembantaian dikubur secara masal dan disemen. Setelah pencarian dan berdasarkan berbagai petunjuk lubang kubur digali, dikumpulkan kerangkanya, dan lalu dikubur kembali di tempat ini.

Monumen sebagai tempat pemakaman masal

Pemakaman Ereveld berbeda dengan dengan pemakaman pada umumnya, di Ereveld semua terawat dengan baik, rapi, bersih, tidak suram dan tidak menyeramkan. Dengan berkunjung ke Ereveld, kita bisa belajar sejarah dan menghargai para pejuang dan para korban perang. Jika ingin berkunjung ke Ereveld tidak dipungut biaya. Jam kunjung setiap hari dari jam 08.00 -17.00.


Taman di Ereveld

Menutup trip kami photo bersama di depan pintu gerbang Ereveld dan berpamitan ke pa Dicky seraya mengucapkan terima kasih untuk penerimaan yang baik dan informatif.

Photo bersama di pintu gerbang Ereveld